{"id":9836,"date":"2023-03-21T15:51:01","date_gmt":"2023-03-21T15:51:01","guid":{"rendered":"https:\/\/www.goodacademic.com\/blog\/questions\/tentang-teori-musik-dari-pengertian-musikpengertian-komposisi-unsur-unsur-musik-dan-lain-lainnya\/"},"modified":"2023-03-21T15:51:01","modified_gmt":"2023-03-21T15:51:01","slug":"tentang-teori-musik-dari-pengertian-musikpengertian-komposisi-unsur-unsur-musik-dan-lain-lainnya","status":"publish","type":"questions","link":"https:\/\/www.goodacademic.com\/blog\/questions\/tentang-teori-musik-dari-pengertian-musikpengertian-komposisi-unsur-unsur-musik-dan-lain-lainnya\/","title":{"rendered":"Tentang teori musik dari Pengertian musik,Pengertian Komposisi, Unsur-unsur Musik dan lain-lainnya.."},"content":{"rendered":"<div class=\"col-sm-12 messageContent\">\n <b>Learning Goal: <\/b>I&#8217;m working on a music theory case study and need the explanation and answer to help me learn.<\/p>\n<p>\u00f0\u0178\u2019\u2122 Deskripsi Teori<\/p>\n<p>1. Pengertian musik.\u00f0\u0178\u017d\u00bc<\/p>\n<p>Sejarah perkembangan musik tidak dapat dilepaskan dari<\/p>\n<p>perkembangan budaya manusia. Hal ini disebabkan karena musik merupakan<\/p>\n<p>salah satu hasil dari budaya manusia di samping ilmu pengetahuan, arsitektur,<\/p>\n<p>bahasa dan sastra, dan lain sebagainya. Menurut Banoe (2003 : 288), musik<\/p>\n<p>yang berasal dari kata muse yaitu salah satu dewa dalam mitologi Yunani<\/p>\n<p>kuno bagi cabang seni dan ilmu; dewa seni dan ilmu pengetahuan. Selain itu,<\/p>\n<p>beliau juga berpendapat bahwa musik merupakan cabang seni yang membahas<\/p>\n<p>dan menetapkan berbagai suara ke dalam pola-pola yang dapat dimengerti dan<\/p>\n<p>dipahami oleh manusia. Sementara itu menurut Jamalus (1988 : 1), musik<\/p>\n<p>adalah suatu hasil karya seni berupa bunyi dalam bentuk lagu atau komposisi<\/p>\n<p>yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya melalui unsur-unsur<\/p>\n<p>pokok musik yaitu irama, melodi, harmoni, dan bentuk atau struktur lagu serta<\/p>\n<p>ekspresi sebagai suatu kesatuan. Lebih lanjut Sylado (1983 : 12) mengatakan,<\/p>\n<p>bahwa musik adalah waktu yang memang untuk didengar. Musik merupakan<\/p>\n<p>wujud waktu yang hidup, yang merupakan kumpulan ilusi dan alunan suara.<\/p>\n<p>Alunan musik yang berisi rangkaian nada yang berjiwa akan mampu<\/p>\n<p>menggerakkan hati para pendengarnya.Dari pendapat tersebut, dapat dikatakan bahwa musik adalah segala<\/p>\n<p>sesuatu yang ada hubungan dengan bunyi dan memiliki unsur-unsur irama,<\/p>\n<p>melodi dan harmoni yang mewujudkan sesuatu yang indah dan dapat<\/p>\n<p>dinikmati melalui indra pendengar. Dapat ditarik kesimpulan bahwa musik<\/p>\n<p>merupakan seni yang timbul dari perasaan atau pikiran manusia sebagai<\/p>\n<p>pengungkapan ekspresi diri, yang diolah dalam suatu nada-nada atau suarasuara yang harmonis. Jika musik diartikan sebagai ungkapan sederhana dari<\/p>\n<p>suasana hati jiwa atau respon harafiah terhadap peristiwa dari diri pribadi<\/p>\n<p>komponis, diperlukan informasi ataupun referensi yang cukup agar kita dapat<\/p>\n<p>menarik hubungan langsung antara kehidupan dengan karyanya.<\/p>\n<p>2. Pengertian Komposisi<\/p>\n<p>Menurut Kusumawati (2004 : ii), komposisi merupakan proses kreatif<\/p>\n<p>musikal yang melibatkan beberapa persyaratan, yaitu bakat, pengalaman, dan<\/p>\n<p>nilai rasa. Pendapat lain mengatakan komposisi adalah gubahan musik<\/p>\n<p>instrumental maupun vokal (Syafiq, 2003 : 165). Dari pendapat tersebut dapat<\/p>\n<p>ditarik kesimpulan bahwa komposisi adalah suatu pengembangan ide musikal<\/p>\n<p>dan penggabungan dari elemen-elemen musik melalui pengetahuan,<\/p>\n<p>pengalaman, rasa, dan estetika untuk menjadikan sebuah sajian musik yang<\/p>\n<p>original.<\/p>\n<p>Rasa adalah daya penggerak dan pewarna tingkah laku dan kreasi<\/p>\n<p>manusia. Rasa atau sense adalah salah satu daya-daya khusus tubuh manusia,<\/p>\n<p>yang dengan apa seseorang menyadari sesuatu melalui penglihatan,<\/p>\n<p>pendengaran, penciuman, sentuhan, pengecap atau gabungan dari dua atau lebih dari indra-indra tersebut (Marianto, 2006 : 43).<\/p>\n<p>Dengan rasa seseorang<\/p>\n<p>tidak hanya mengartikan realitas seperti apa adanya, tetapi dengan rasa<\/p>\n<p>seseorang dapat memilah-milah realitas itu menjadi bagian-bagian yang<\/p>\n<p>kemudian memadukannya kembali menjadi sebuah pola baru, yang bagi orang<\/p>\n<p>yang bersangkutan lebih bermakna.<\/p>\n<p>Begitu juga dengan komposisi musik, rasa dalam proses kreatif tidak<\/p>\n<p>hanya melibatkan perasaan komposernya, namun juga melibatkan perasaan<\/p>\n<p>dan keadaan sekitarnya. Pengalaman rasa estetika tidak lepas dari minat yang<\/p>\n<p>diberikan pada representasi. Pengalaman estetika menurut Kant akan<\/p>\n<p>terbangun oleh adanya interaksi manusia dan karya dalam kerangka minat<\/p>\n<p>yang diberikan (Wiryomartono, 2001 : 30).<\/p>\n<p>3. Unsur-unsur Musik<\/p>\n<p>Dalam pembentukkan musik secara utuh, unsur-unsur dan struktur<\/p>\n<p>musik mempunyai peranan penting dan keterkaitan yang kuat antara satu dan<\/p>\n<p>yang lainnya. Pada dasarnya unsur musik dapat dikelompokkan menjadi<\/p>\n<p>unsur-unsur pokok dan unsur-unsur ekspresi.<\/p>\n<p>a. Unsur-unsur pokok meliputi: irama, melodi, harmoni dan bentuk atau<\/p>\n<p>stuktur lagu.<\/p>\n<p>b. Unsur-unsur ekspresi meliputi: tempo, dinamik dan warna nada<\/p>\n<p>(Jamalus, 1988 : 7).<\/p>\n<p><span style=\"background-color: initial;\">a. Unsur Pokok<\/span><\/p>\n<p>1. Irama<\/p>\n<p>Irama adalah urutan rangkain gerak yang menjadi unsur dalam<\/p>\n<p>sebuah musik (Jamalus, 1988 : 7). Irama dalam musik terbentuk oleh<\/p>\n<p>bunyi dan diam, dengan bermacam-macam lama waktu atau panjang<\/p>\n<p>pendeknya, membentuk pola irama, bergerak menurut pulsa dalam ayunan<\/p>\n<p>irama. Irama dapat dirasakan dan didengar (Soeharto, 1975 : 51).<\/p>\n<p>Irama berhubungan dengan panjang pendeknya not dan berat<\/p>\n<p>ringannya tekanan atau aksen pada not. Namun demikian, oleh teraturnya<\/p>\n<p>gerak maka irama tetap dapat dirasakan meskipun melodi diam. Dan<\/p>\n<p>keteraturan gerak ini menyebabkan lagu lebih indah didengar dan<\/p>\n<p>dirasakan (Jamalus, 1988 : 56).<\/p>\n<p>Dari pendapat tersebut, dapat dikatakan bahwa irama adalah urutan<\/p>\n<p>rangkaian gerak dalam sebuah musik yang membentuk pola irama dan<\/p>\n<p>bergerak teratur sehingga menyebabkan lagu enak didengar dan dirasakan.<\/p>\n<p>2. Melodi<\/p>\n<p>Melodi adalah rangkaian dari beberapa nada atau sejumlah nada<\/p>\n<p>yang berbunyi atau dibunyikan secara berurutan (Soeharto, 1992 : 1), lebih<\/p>\n<p>lanjut Miller (penerjemah Bramantya, tanpa tahun : 37) mengatakan<\/p>\n<p>bahwa melodi adalah suatu rangkaian nada-nada, serta nada-nada dari<\/p>\n<p>melodi membentuk suatu ide musikal yang komplit. Melodi adalah<\/p>\n<p>susunan rangkaian nada (bunyi dengan getaran teratur) yang terdengar.<\/p>\n<p>berurutan serta berirama dan mengungkapkan suatu pikiran dan perasaan<\/p>\n<p>(Jamalus, 1988 : 16).<\/p>\n<p>Dari pengertian-pengertian tersebut, dapat dikatakan bahwa melodi<\/p>\n<p>merupakan rangkain nada-nada yang teratur, yang disusun secara ritmis<\/p>\n<p>yang mengungkapkan suatu pikiran dan perasaan. Dalam pengertian yang<\/p>\n<p>singkat, Ratner (1977 : 29) mengatakan bahwa melodi adalah garis dari<\/p>\n<p>nada-nada. Melodi dapat naik dan turun, serta melodi juga dapat tetap di<\/p>\n<p>tempatnya untuk waktu singkat dan lama dalam satu nada, serta melodi<\/p>\n<p>juga mempunyai wilayah nada yang luas dan sempit.<\/p>\n<p>3. Harmoni<\/p>\n<p>Harmoni atau paduan nada ialah bunyi gabungan dua nada atau<\/p>\n<p>lebih, yang berbeda tinggi rendahnya dan dibunyikan secara serentak.<\/p>\n<p>Dasar dari paduan nada tersebut ialah trinada (Jamalus, 1988 : 30). Paduan<\/p>\n<p>nada tersebut merupakan gabungan tiga nada yang terdiri atas satuan nada<\/p>\n<p>dasar akor, nada terts dan nada kwintnya. Lebih lanjut Kodijat (1986 : 32)<\/p>\n<p>mengatakan harmoni adalah selaras, sepadan, bunyi serentak menurut<\/p>\n<p>harmoni, yaitu pengetahuan tentang hubungan nada-nada dalam akord,<\/p>\n<p>serta hubungan antara masing-masing akord.<\/p>\n<p>Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa harmoni adalah<\/p>\n<p>paduan nada-nada yang apabila dibunyikan secara bersama-sama akan<\/p>\n<p>menghasilkan keselarasan bunyi. Miller (penerjemah Bramantyo, tanpa<\/p>\n<p>tahun : 48) mengatakan, bahwa harmoni adalah elemen musikal yang di<\/p>\n<p>dasarkan atas penggabungan secara simultan dari nada-nada, sebagaimana. dibedakan oleh rangkaian nada-nada dari melodi. Melodi merupakan<\/p>\n<p>sebuah konsep horizontal, sedangkan harmoni adalah konsep vertikal.<\/p>\n<p>b. Unsur-unsur Ekspresi<\/p>\n<p>Unsur-unsur ekspresi dalam musik meliputi tempo atau tingkat<\/p>\n<p>kecepatan musik, dinamika atau tingkat volume suara, keras lembutnya<\/p>\n<p>suara dan warna nada yang tergantung dari bahan, sumber serta cara<\/p>\n<p>memproduksi suaranya. Ekspresi dalam musik adalah ungkapan pemikiran<\/p>\n<p>dan perasaan yang mencakup semua suasana dari tempo, dinamika, dan<\/p>\n<p>warna nada dari unsur-unsur pokok musik, dalam penyampaian yang<\/p>\n<p>diwujudkan oleh seniman musik atau penyanyi kepada pendengarnya<\/p>\n<p>(Jamalus, 1988 : 38).<\/p>\n<p>1. Tempo<\/p>\n<p>Tempo adalah kecepatan lagu yang dituliskan berupa kata-kata dan<\/p>\n<p>berlaku untuk seluruh lagu dan istilah itu ditulis pada awal tulisan lagu<\/p>\n<p>(Soeharto, 1975 : 57). Sementara Miller (penerjemah Bramantyo, tanpa<\/p>\n<p>tahun : 24) mengatakan, bahwa tempo adalah sebuah istilah dari bahasa<\/p>\n<p>Itali yang secara harafiah berarti waktu, di dalam musik menunjukkan<\/p>\n<p>pada kecepatan. Fungsi dari tempo ini dimaksudkan untuk mempermudah<\/p>\n<p>dalam menyanyikan lagu yang ada (Soeharto, 1992 : 56).<\/p>\n<p>Macam-macam tanda tempo menurut Miller (penerjemah<\/p>\n<p>Bramantyo, tanpa tahun: 24) yaitu:<\/p>\n<p>Presto<\/p>\n<p>: Sangat Cepat<\/p>\n<p>Allegro<\/p>\n<p>: Cepat<\/p>\n<p>Vivace<\/p>\n<p>: Hidup<\/p>\n<p>Moderato<\/p>\n<p>: Sedang<\/p>\n<p>Andante<\/p>\n<p>: Agak Lambat<\/p>\n<p>Adagio<\/p>\n<p>: Lebih Lambat dari Andante<\/p>\n<p>Lento<\/p>\n<p>: Lambat<\/p>\n<p>Largo<\/p>\n<p>: Sangat Lambat<\/p>\n<p>2. Dinamik<\/p>\n<p>Dinamik adalah kekuatan bunyi, dan tanda dinamik adalah tanda<\/p>\n<p>pernyataan kuat dan lemahnya penyajian bunyi (Soeharto, 1992 : 30).<\/p>\n<p>Dinamik memainkan peranan yang besar dalam menciptakan ketegangan<\/p>\n<p>(tensi) musik. Pada umumnya semakin keras suatu musik, maka semakin<\/p>\n<p>kuat ketegangan yang dihasilkan dan sebaliknya, semakin lembut<\/p>\n<p>musiknya maka semakin lemah ketegangannya (Miller, penerjemah<\/p>\n<p>Bramantyo, tanpa tahun : 81).<\/p>\n<p>Macam-macam dinamik menurut Miller (penerjemah Bramantyo,<\/p>\n<p>tanpa tahun : 80) yaitu :<\/p>\n<p>Fortissimo<\/p>\n<p>: Sangat Keras<\/p>\n<p>Forte<\/p>\n<p>: Keras<\/p>\n<p>Mezzo Forte : Agak Keras<\/p>\n<p>Mezzo Piano : Agak Lembut<\/p>\n<p>Piano<\/p>\n<p>: Lembut<\/p>\n<p>Pianissimo<\/p>\n<p>: Sangat Lembut<\/p>\n<p>Tidak seperti tempo yang dapat dibatasi atau ditentukan dengan<\/p>\n<p>pasti dan tepat dengan petunjuk metronom, dinamik merupakan nilai-nilai<\/p>\n<p>yang relatif tidak ada tingkatan yang mutlak untuk piano dan forte.<\/p>\n<p>3. Warna Nada<\/p>\n<p>Warna nada ialah ciri khas bunyi yang terdengar bermacam-macam,<\/p>\n<p>yang dihasilkan oleh bahan sumber bunyi yang berbeda-beda, dan yang<\/p>\n<p>dihasilkan oleh cara memproduksi nada yang bermacam-macam pula<\/p>\n<p>(Jamalus, 1988 : 40). Dari penjabaran unsur-unsur musik yang meliputi<\/p>\n<p>unsur pokok dan unsur ekspresi tersebut, dapatlah dikatakan bahwa semua<\/p>\n<p>unsur musik tersebut saling terkait satu dengan yang lain, dan mempunyai<\/p>\n<p>peranan penting dalam membentuk sebuah lagu atau komposisi.<\/p>\n<p>4. Bentuk Musik<\/p>\n<p>Kata bentuk diartikan sebagai bangun, rupa, sistem, wujud yang<\/p>\n<p>ditampilkan. (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1998 : 135), sementara struktur<\/p>\n<p>diartikan sebagai susunan serta hubungan antara unsur-unsur musik dalam<\/p>\n<p>suatu lagu, sehingga menghasilkan sebuah komposisi lagu yang bermakna.<\/p>\n<p>Masing-masing bagian tersebut akan diteliti menurut tema, harmoni dan tanda<\/p>\n<p>dinamik.<\/p>\n<div class=\"questions-requirements\">\n<p class=\"requirement\">Requirements:<\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Learning Goal: I&#8217;m working on a music theory case study and need the explanation and answer to help me learn. \u00f0\u0178\u2019\u2122 Deskripsi Teori 1. Pengertian musik.\u00f0\u0178\u017d\u00bc Sejarah perkembangan musik tidak dapat dilepaskan dari perkembangan budaya manusia. Hal ini disebabkan karena musik merupakan salah satu hasil dari budaya manusia di samping ilmu pengetahuan, arsitektur, bahasa dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","meta":[],"disciplines":[748],"paper_types":[],"tagged":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.goodacademic.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/questions\/9836"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.goodacademic.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/questions"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.goodacademic.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/questions"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.goodacademic.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.goodacademic.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9836"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.goodacademic.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/questions\/9836\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.goodacademic.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9836"}],"wp:term":[{"taxonomy":"disciplines","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.goodacademic.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/disciplines?post=9836"},{"taxonomy":"paper_types","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.goodacademic.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/paper_types?post=9836"},{"taxonomy":"tagged","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.goodacademic.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tagged?post=9836"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}